Apa itu SLA Dalam Dunia Logistik

Apa itu SLA Dalam Dunia Logistik

SLA logistik adalah standar layanan yang mengatur seberapa cepat, seberapa aman, dan seberapa konsisten barang harus ditangani oleh penyedia layanan pengiriman. Di lapangan, SLA menjadi pedoman agar proses pengiriman berjalan rapi, terukur, dan tidak bergantung pada improvisasi petugas. Bagi banyak bisnis, SLA adalah dasar untuk memastikan barang tiba sesuai jadwal dan dalam kondisi baik. Bukan sekadar janji, tetapi komitmen operasional.

Mengapa SLA Logistik Penting dalam Pengiriman Barang

SLA memberikan kepastian. Jadwal produksi, distribusi toko, dan perputaran stok sangat tergantung pada ketepatan pengiriman. Tanpa SLA, pelanggan tidak bisa memprediksi kapan barang diproses, kapan tiba, atau bagaimana penanganannya selama perjalanan.

SLA membantu menyelaraskan ekspektasi antara pelanggan dan operator logistik. Misalnya, rute darat antarkota yang biasanya ditempuh 1-3 hari, atau rute antarpulau yang mengikuti jadwal kapal dengan estimasi 5-14 hari tergantung kondisi cuaca. Pada rute seperti Surabaya menuju Banjarmasin, ritme kapal dan bongkar muat pelabuhan menentukan bagaimana lead time dalam SLA dijalankan.

Ruang Lingkup Utama yang Diatur dalam SLA Logistik

SLA logistik tidak hanya soal durasi. Ada beberapa aspek penting yang biasanya disepakati bersama pelanggan.

 

1. Waktu Pengiriman (Lead Time)

Bagian ini menjelaskan berapa lama barang diproses dari titik penjemputan hingga sampai ke tujuan. Penyedia layanan biasanya menambahkan toleransi jika rute melibatkan kapal atau area yang rawan padat.

2. Standar Keamanan Barang

SLA juga mengatur bagaimana barang dilindungi selama perjalanan. Barang besar seperti TV LED, furniture, atau mesin memiliki karakteristik berbeda. Untuk barang elektronik berukuran besar, penanganannya harus vertikal agar panel tidak tertekan. Sedangkan barang berat ditangani dengan mempertimbangkan titik tumpu agar tidak mudah bergeser.

3. Dokumentasi dan Bukti Serah Terima

SLA menentukan bentuk dokumentasi yang wajib disiapkan: foto saat pick up, foto saat barang tiba, nomor surat jalan, dan bukti serah terima (POD). Dokumentasi memastikan setiap proses bisa ditelusuri kembali bila terjadi kendala.

4. Komunikasi dan Update Status

Pelanggan harus mengetahui kapan barang diterima, kapan diberangkatkan, dan kapan tiba. SLA biasanya mewajibkan update status berkala, misalnya setiap 12-24 jam. Jika terjadi keterlambatan, operator wajib memberitahu penyebab dan estimasi perbaikan.

5. Penanganan Kendala

Tidak semua perjalanan berjalan mulus. Kapal bisa mundur jadwalnya, cuaca bisa buruk, atau volume muatan di pelabuhan meningkat. SLA menjelaskan bagaimana penyedia layanan mengatasi kondisi seperti ini dan kapan pelanggan akan diinformasikan.

Bagaimana SLA Logistik Dijalankan dalam Proses Pengiriman?

Di lapangan, SLA muncul dalam setiap tahap kerja.

Tahap Penjemputan

Petugas mengecek kondisi barang, mengonfirmasi jumlah, dan menyesuaikan standar pengemasan. Barang fragile membutuhkan perlindungan tambahan. Barang besar diukur ulang karena dimensi akan menentukan posisi di armada maupun ruang konsolidasi.

Tahap Loading dan Konsolidasi

Barang ditempatkan sesuai berat dan karakteristiknya. Barang berat berada di bawah, barang fragile di lapisan atas. Barang berdimensi besar harus diberi jarak dengan barang lain agar tidak tertekan. Elektronik besar seperti TV LED membutuhkan ruang aman di sisi kiri-kanan untuk menghindari getaran berlebih dan bending panel. Prosedur ini mencerminkan praktik yang umum digunakan pada pengiriman elektronik berukuran besar.

Tahap Transit dan Perjalanan Antarpulau

Pada rute tertentu yang bergantung pada konsolidasi kapal, SLA menyesuaikan dengan jadwal sandar. Operator memasukkan toleransi keterlambatan yang wajar, terutama pada rute yang ramai atau pelabuhan dengan antrean padat.

Tahap Serah Terima

Petugas memastikan barang dicocokkan dengan dokumen, foto kedatangan diambil, dan POD diserahkan. Jika ada perbedaan kondisi barang, pelanggan dapat segera meminta klarifikasi karena seluruh proses sudah terdokumentasi.

Perbedaan SLA Logistik dan SOP Operasional

SLA dan SOP sering dianggap sama, padahal fungsinya berbeda.

SLA menentukan target, misalnya barang harus tiba dalam 7-10 hari.

SOP menjelaskan langkah kerja, bagaimana barang diperiksa, cara penempatan dalam armada, dokumentasi yang harus diambil, hingga cara menangani situasi tertentu.

SLA adalah komitmen kepada pelanggan.

SOP adalah pedoman kerja internal.

Keduanya berjalan bersama untuk memastikan layanan tetap stabil.

SLA untuk Barang Khusus dengan Penanganan Lebih Rinci

Ada kategori barang yang membutuhkan perhatian lebih.

Barang Fragile Berukuran Besar

Misalnya TV LED besar. Penanganan terbaik adalah posisi berdiri, tanpa tekanan samping yang kuat, serta memastikan jarak aman selama perjalanan. Praktik ini umum digunakan untuk pengiriman elektronik ukuran besar yang membutuhkan keamanan ekstra.

Mesin dan Peralatan Industri

Barang berat memiliki risiko bergeser jika tidak diberi tumpuan yang baik. Operator harus memastikan barang stabil, tidak mudah miring, dan mendapat penahan yang cukup. Dokumentasi nomor seri juga penting untuk menghindari salah unit.

Pengiriman Antarpulau dengan Pola Rutin

Rute tertentu seperti Surabaya-Banjarmasin memiliki kebutuhan SLA yang lebih disiplin karena ritme kapal dan bongkar muat menentukan kestabilan lead time.

Ciri SLA Logistik yang Baik

Ciri SLA yang ideal biasanya mencakup:

  • lead time yang jelas
  • update status yang konsisten
  • standar keamanan barang
  • dokumentasi lengkap
  • komunikasi proaktif bila terjadi kendala
  • penanganan masalah yang transparan

Ketika semua unsur ini berjalan baik, tingkat keberhasilan pengiriman meningkat, dan proses bisnis pelanggan lebih terjaga.

Mengapa Bisnis Perlu Memilih Layanan dengan SLA yang Kuat?

Bisnis membutuhkan kepastian. SLA membantu meminimalkan keterlambatan, mengurangi risiko kerusakan, dan memastikan komunikasi berjalan lancar. Bagi pengiriman barang besar, berat, atau barang bernilai tinggi, SLA bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan.

Layanan pengiriman yang memiliki standar SLA yang jelas akan memudahkan pelanggan merencanakan distribusi, menjaga stok, dan memastikan barang tiba tepat waktu. Untuk bisnis yang membutuhkan layanan pengiriman besar atau pengiriman antarpulau dengan disiplin SLA, tersedia opsi layanan logistik yang mampu menangani barang berat, fragile, maupun barang berdimensi besar dengan aman dan terukur.